KunjungiLembar Pendahuluan ASKEP

ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO PERLAMBATAN PEMULIHAN PASCABEDAH

1. Definisi

Berisiko mengalami pemanjangan jumlah hari pascabedah untuk memulai dan melakukan aktivitas sehari-hari

2. Factor Risiko

  • Skor klasifikasi status fisik American society of anesthesiologist (ASA)>3
  • Hiperglikemia
  • Edema dilokasi pembedahan
  • Prosedur pembedahan ekstensif (luas)
  • Usia ekstrem
  • Riwayat perlambatan penyembuhan penyakit
  • Gangguan mobilitas
  • Malnutrisi
  • Obesitas
  • Infeksi luka perioperatif
  • Mual / muntah persisten
  • Respon emosional pasca operasi
  • Kontaminasi beda
  • Trauma luka operasi
  • Efek agen farmakologis

3. Kondisi Klinis Terkait

  • Tindakan operasi besar
  • Trauma yang memerlukan intervensi bedah.

4. Outcome

  • Pemulihan Pasca Bedah (L.14129)
  1. Kriteria hasil
    • Kenyamanan       Meningkat
    • Selera makan      Meningkat
    • Mobilitas             Meningkat
    • Kemampuan melanjutkan pekerjaan          Meningkat
    • Kemampuan bekerja        Meningkat
    • Kemampuan perawatan diri          Meningkat
    • Waktu penyembuhan      Menurun
    • Area luka Operasi             Membaik

5. INTERVENSI KEPERAWATAN

  • DUKUNGAN MOBILISASI (I.05173)
  1. Observasi
    • Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya
    • Identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan
    • Monitor frekwensi jantung dan tekanan darah sebelum memulai mobilisasi
    • Monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi
  1. Terapeutik
    • Fasilitas aktivitas mobilisasi dengan alat bantu
    • Fasilitas melakukan pergerakan, jika perlu
    • Libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan
  1. Edukasi
    • Jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi
    • Anjurkan melakukan mobilisasi dini
  • MENEJEMEN NUTRISI ( 03119)
  1. Observasi
    • Identifikasi status nutrisi
    • Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
    • Identifikasi makanan yang disukai
    • Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient
    • Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik
    • Monitor asupan makanan
    • Monitor berat badan
    • Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
  1. Terapeutik
    • Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu
    • Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. Piramida makanan)
    • Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
    • Berikan makan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
    • Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
    • Berikan suplemen makanan, jika perlu
    • Hentikan pemberian makan melalui selang nasigastrik jika asupan oral dapat ditoleransi
  1. Edukasi
    • Anjurkan posisi duduk, jika mampu
    • Ajarkan diet yang diprogramkan
  1. Kolaborasi
    • Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis. Pereda nyeri, antiemetik), jika perlu
    • Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrient yang dibutuhkan, jika perlu
    • Ajarkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis. Duduk di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, pindah dari tempat tidur ke kursi)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds). (2014). NANDA international Nursing Diagnoses: Definitions & classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell.
  2. Lewis, SL., Dirksen, SR., Heitkemper, MM, and Bucher, L.(2014).Medical surgical Nursing. Mosby: ELSIVER
  3. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  4. Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  5. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Incoming search terms:

  • resiko perlambatan pemulihan paska bedah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *