KunjungiLembar Pendahuluan ASKEP

ASKEP DENGAN RISIKO KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN (D.0036)

DEFINISI

Berisiko mengalami penurunan, peningkatan atau pecepatan perpindahan cairan dari intravaskuler, interstisial atau intraseluler

FAKTOR RESIKO

  • Prosedur pembedahan mayor
  • Trauma/perdarahan
  • Luka bakar
  • Apheresis
  • Asites
  • Obstruksi intestinal
  • Peradangan pankreas
  • Penyakit ginjal dan kelenjar
  • Disfungsi intestinal

OUTCOME

  • Keseimbangan cairan  meningkat   ( L.03021)

INTERVENSI KEPERAWATAN

A. MANAJEMEN CAIRAN (I.03098)

  1. Observasi
    • Monitor status hidrasi ( mis, frek nadi, kekuatan nadi, akral, pengisian kapiler, kelembapan mukosa, turgor kulit, tekanan darah)
    • Monitor berat badan harian
    • Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (mis. Hematokrit, Na, K, Cl, berat jenis urin , BUN)
    • Monitor status hemodinamik ( Mis. MAP, CVP, PCWP jika tersedia)
  2. Terapeutik
    • Catat intake output dan hitung balans cairan dalam 24 jam
    • Berikan  asupan cairan sesuai kebutuhan
    • Berikan cairan intravena bila perlu
  3. Kolaborasi
    • Kolaborasi pemberian diuretik,  jika perlu

B. PEMANTAUAN CAIRAN (I.03121)

  1. Observasi
    • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
    • Monitor frekuensi nafas
    • Monitor tekanan darah
    • Monitor berat badan
    • Monitor waktu pengisian kapiler
    • Monitor elastisitas atau turgor kulit
    • Monitor jumlah, waktu dan berat jenis urine
    • Monitor kadar albumin dan protein total
    • Monitor hasil pemeriksaan serum (mis. Osmolaritas serum, hematocrit, natrium, kalium, BUN)
    • Identifikasi tanda-tanda hipovolemia (mis. Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membrane mukosa kering, volume urine menurun, hematocrit meningkat, haus, lemah, konsentrasi urine meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
    • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia 9mis. Dyspnea, edema perifer, edema anasarka, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojogular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
    • Identifikasi factor resiko ketidakseimbangan cairan (mis. Prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pankreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)
  2. Terapeutik
    • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
    • Dokumentasi hasil pemantauan
  3. Edukasi
    • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
    • Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Incoming search terms:

  • askep resiko defisit volume cairan intervensi
  • Implementasi risiko ketidakseimbangan cairan
  • kriteria hasi resiko ketidakseimbangan cairan slki
  • resiko ketidakseimbangan cairan slki

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *