KunjungiLembar Pendahuluan ASKEP

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ANXIETAS (D.0080)

DEFINISI

Kondisi emosi dan pengalaman subyektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman.

PENYEBAB

  • Krisis situasional
  • Kebutuhan tidak terpenuhi
  • Krisis maturasional
  • Ancaman terhadap konsep diri
  • Ancaman terhadap kematian
  • Kekhawatiran mengalami kegagalan
  • Disfungsi sistem keluarga
  • Hubungan orang tua-anak tidak memuaskan
  • Faktor keturunan (temperamen mudah teragitasi sejak lahir)
  • Penyalahgunaan zat
  • Terpapar bahaya lingkungan (mis. toksin, polutan, dan lain-lain)
  • Kurang terpapar informasi

OUTCOME

Tingkat Ansietas menurun

INTERVENSI KEPERAWATAN

A. REDUKSI ANXIETAS (I.09314)

  1.  Observasi
    • Identifikasi saat tingkat anxietas berubah (mis. Kondisi, waktu, stressor)
    • Identifikasi kemampuan mengambil keputusan
    • Monitor tanda anxietas (verbal dan non verbal)
  2. Terapeutik
    • Ciptakan suasana  terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan
    • Temani pasien untuk mengurangi kecemasan , jika memungkinkan
    • Pahami situasi yang membuat anxietas
    • Dengarkan dengan penuh perhatian
    • Gunakan pedekatan yang tenang dan meyakinkan
    • Motivasi mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan
    • Diskusikan perencanaan  realistis tentang peristiwa yang akan datang
  3. Edukasi
    • Jelaskan prosedur, termasuk sensasi yang mungkin dialami
    • Informasikan secara factual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis
    • Anjurkan keluarga untuk tetap bersama pasien, jika perlu
    • Anjurkan melakukan kegiatan yang tidak kompetitif, sesuai kebutuhan
    • Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi
    • Latih kegiatan pengalihan, untuk mengurangi ketegangan
    • Latih penggunaan mekanisme pertahanan diri yang tepat
    • Latih teknik relaksasi
  4. Kolaborasi
    • Kolaborasi pemberian obat anti anxietas, jika perlu

B. TERAPI RELAKSASI

  1. Observasi
    • Identifikasi penurunan tingkat energy, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang menganggu kemampuan kognitif
    • Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
    • Identifikasi kesediaan, kemampuan, dan penggunaan teknik sebelumnya
    • Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah latihan
    • Monitor respons terhadap terapi relaksasi
  2. Terapeutik
    • Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
    • Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
    • Gunakan pakaian longgar
    • Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama
    • Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau tindakan medis lain, jika sesuai
  3. Edukasi
    • Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis, relaksasi yang tersedia (mis. music, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
    • Jelaskan secara rinci intervensi relaksasi yang dipilih
    • Anjurkan mengambil psosisi nyaman
    • Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi
    • Anjurkan sering mengulang atau melatih teknik yang dipilih’
    • Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (mis. napas dalam, pereganganm atau imajinasi terbimbing )

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Incoming search terms:

  • siki tentang terapi relaksasi
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *