KunjungiLembar Pendahuluan ASKEP

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HIPERVOLEMIA (D.0022)

DEFINISI

Peningkatan cairan intravascular, intertisial, dan/atau intraseluler

PENYEBAB

  • Gangguan mekanisme regulasi
  • Kelebihan asupan cairan
  • Kelebihan asupan natrium
  • Gangguan aliran balik vena
  • Efek agen farmakologis (mis. kortikostreroid, chlorpropamide, tolbutamide, vincristione, tryptilinescarbamazepine)

OUTCOME

  • Keseimbangan cairan Meningkat L.03020

INTERVENSI KEPERAWATAN

A. MANAJEMEN HIPERVOLEMIA (I.03114)

  1. Observasi
    • Periksa tanda dan gejala hypervolemia
    • Identifikasi penyebab hypervolemia
    • Monitor status hemodinamik, tekanan darah, MAP, CVP, PAP, PCWP, CO jika tersedia
    • Monitor intaje dan output cairan
    • Monitor tanda hemokonsentrasi ( kadar Natrium, BUN, hematocrit, berat jenis urine)
    • Monitor tanda peningkatan tekanan onkotik plasma
    • Monitor kecepatan infus secara ketat
    • Monitor efek samping diuretik
  2. Therapeutik
    • Timbang berat bada setiap hari pada waktu yang sama
    • Batasi asupan cairan dan garam
    • Tinggikan kepala tempat tidur 30-40 derajat
  3. Edukasi
    1. Anjurkan melapor jika haluaran urine <0.5 ml/kg/jam dalam 6 jam
    2. Anjurkan melapor jika BB bertambah > 1 kg dalam sehari
    3. Ajarkan cara mengukur dan mencatat asupan dan haluaran cairan
    4. Ajarkan cara membatasi cairan
  4. Kolaborasi
    • Kolaborasi pemberian diuritik
    • Kolaborasi penggantian kehilangan kalium akibat diuretic
    • Kolaborasi pemberian continuous renal replacement therapy

B. PEMANTAUAN CAIRAN (I.03121)

  1. Observasi
    • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
    • Monitor frekuensi nafas
    • Monitor tekanan darah
    • Monitor berat badan
    • Monitor waktu pengisian kapiler
    • Monitor elastisitas atau turgor kulit
    • Monitor jumlah, waktu dan berat jenis urine
    • Monitor kadar albumin dan protein total
    • Monitor hasil pemeriksaan serum (mis. Osmolaritas serum, hematocrit, natrium, kalium, BUN)
    • Identifikasi tanda-tanda hipovolemia (mis. Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membrane mukosa kering, volume urine menurun, hematocrit meningkat, haus, lemah, konsentrasi urine meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
    • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia 9mis. Dyspnea, edema perifer, edema anasarka, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojogular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
    • Identifikasi factor resiko ketidakseimbangan cairan (mis. Prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pankreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)
  2. Terapeutik
    • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
    • Dokumentasi hasil pemantauan
  3. Edukasi
    • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
    • Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

DAFTAR PUSTAKA

  • Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds). (2014). NANDA international Nursing Diagnoses: Definitions & classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell.
  • Lewis, SL., Dirksen, SR., Heitkemper, MM, and Bucher, L.(2014).Medical surgical Nursing. Mosby: ELSIVER
  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *