KunjungiLembar Pendahuluan ASKEP

ASUHAN KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF (D.0017)

1. Definisi

Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak

2. Factor Risiko

    • Keabnormalan masa protrombin dan / atau masa tromboplastin parsial
    • Penurunan kinerja ventrikel kiri
    • Aterosklerosis aorta
    • Disleksi arteri
    • Fibrilasi atrium
    • Tumor otak
    • Stenosis karotis
    • Miksoma atrium
    • Aneurisma serebri
    • Koagulopati (mis. anemia sel sabit)
    • Dilatasi kardiomiopati
    • Koagulasi intravaskuler diseminata
    • Embolisme
    • Cedera kepala
    • Hiperkolesteronemia
    • Hipertensi
    • Endokarditis inefektif
    • Katup prosteti mekanis
    • Stenosis mitral
    • Neoplasma itak
    • Infark miokard akut
    • Sindrom sick sinus
    • Penyalahgunaan zat
    • Terapi tombolitik
    • Efek samping tindakan (mis. tindakan operasi bypass

3. Kondisi Klinis terkait

    • Stroke
    • Cedera kepal
    • Aterosklerotik aorta
    • Infark miokard akut
    • Diseksi arteri
    • Embolisme
    • Endokarditis infektif
    • Fibrilasi atrium
    • Hiperkolesterolemia
    • Hipertensi
    • Dilatasi kardiomiopati
    • Koagulasi intravaskulerdiseminata
    • Miksoma atrium
    • Neoplasma otak
    • Segmen ventrikel kiri akinetik
    • Sindrom sick sinus
    • Stenosis carotid
    • Stenosis mitral
    • Hidrosefalus
    • Infeksi otak (mis. meningitis, ensefalitis, abses serebri)

3. Outcome

    • Perfusi serebral meningkat

4. INTERVENSI KEPERAWATAN

    A. MENEJEMEN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL (I. 06198)

  1. Observasi
    • Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis. Lesi, gangguan metabolisme, edema serebral)
    • Monitor tanda/gejala peningkatan TIK (mis. Tekanan darah meningkat, tekanan nadi melebar, bradikardia, pola napas ireguler, kesadaran menurun)
    • Monitor MAP (Mean Arterial Pressure)
    • Monitor CVP (Central Venous Pressure), jika perlu
    • Monitor PAWP, jika perlu
    • Monitor PAP, jika perlu
    • Monitor ICP (Intra Cranial Pressure), jika tersedia
    • Monitor CPP (Cerebral Perfusion Pressure)
    • Monitor gelombang ICP
    • Monitor status pernapasan
    • Monitor intake dan output cairan
    • Monitor cairan serebro-spinalis (mis. Warna, konsistensi)
  1. Terapeutik
    • Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang
    • Berikan posisi semi fowler
    • Hindari maneuver Valsava
    • Cegah terjadinya kejang
    • Hindari penggunaan PEEP
    • Hindari pemberian cairan IV hipotonik
    • Atur ventilator agar PaCO2 optimal
    • Pertahankan suhu tubuh normal
  1. Kolaborasi
    • Kolaborasi pemberian sedasi dan antikonvulsan, jika perlu
    • Kolaborasi pemberian diuretic osmosis, jika perlu
    • Kolaborasi pemberian pelunak tinja, jika perlu

     B. PEMANTAUAN TEKANAN INTRAKRANIAL (I.06198

  1. Observasi
    • Observasi penyebab peningkatan TIK (mis. Lesi menempati ruang, gangguan metabolism, edema sereblal, peningkatan tekanan vena, obstruksi aliran cairan serebrospinal, hipertensi intracranial idiopatik)
    • Monitor peningkatan TD
    • Monitor pelebaran tekanan nadi (selish TDS dan TDD)
    • Monitor penurunan frekuensi jantung
    • Monitor ireguleritas irama jantung
    • Monitor penurunan tingkat kesadaran
    • Monitor perlambatan atau ketidaksimetrisan respon pupil
    • Monitor kadar CO2 dan pertahankan dalm rentang yang diindikasikan
    • Monitor tekanan perfusi serebral
    • Monitor jumlah, kecepatan, dan karakteristik drainase cairan serebrospinal
    • Monitor efek stimulus lingkungan terhadap TIK
  1. Terapeutik
    • Ambil sampel drainase cairan serebrospinal
    • Kalibrasi transduser
    • Pertahankan sterilitas system pemantauan
    • Pertahankan posisi kepala dan leher netral
    • Bilas sitem pemantauan, jika perlu
    • Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien
    • Dokumentasikan hasil pemantauan
  1. Edukasi
    • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
    • Informasikan hasil pemantauan, jika PERLU

DAFTAR PUSTAKA

  • Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds). (2014). NANDA international Nursing Diagnoses: Definitions & classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell.
  • Lewis, SL., Dirksen, SR., Heitkemper, MM, and Bucher, L.(2014).Medical surgical Nursing. Mosby: ELSIVER
  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  • Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),  Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

 

Incoming search terms:

  • Diagnosa Gangguan Perfusi jaringan Serebral SDKI
  • lp resiko perfusi serebral tidak efektif adalah
  • siki risiko perfusi serebral tidakefektif
  • lp RISIKO PERFUSI SEREBRALTIDAK EFEKTIF
  • pencegahan pemberian cairan iv hipotonik pada perfusi serebral
  • resiko perfusi cerebral tidak efektif meningitis?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *